Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Bidang Kesusastraan

SISTEM KESENIAN SASTRA DALAM KEBUDAYAAN

Kesenian yang sudah berkembang pada zaman prasejarah berkembang terus, meskipun sudah masuk dalam zaman sejarah. Bahkan kesenian ditambah dengan bertambahnya kesenian-kesenian yang baru, misalnya sastra.

 

Sastra

Pada zaman sebelum Mataram telah ditemukan adanya naskah-naskah kuno yang ditulis pada daun lontar. Kitab-kitab lontar disebut Kropak. Pada zaman Mataram telah disadur kitab Ramayana yang berasal dari India, tulisan Empu Walmiki dari India dan kitab Mahabrata yang ditulis oleh Empu Wiyasa. Kecuali kitab-kitab wiracarita tersebut, sudah ada kitab lain yang disebut kitab Sang Hyang Kamahayanikan, yaitu kitab suci agama Buddha mengenai ajaran dan ibadah agama Buddha Mahayana, tentang Tantrayana. Kitab ini dihimpun pada zaman pemerintahan Empu Sendok.

Pada zaman Kediri, telah ditulis oleh Empu Kanwa sebuah kiab yang dinamakan Arjunawiwaha (Mintaraga). Kitab Kresnayana ditulis oleh Empu Triguna, yang mirip dengan kitab Hariwangsa, yang ditulis oleh Empu Panuluh. Cerita ini digubah pada zaman pemerintahan Raja Jayabaya. Kitab Smaradhahana ditulis oleh Empu Dharmaja, pada zaman pemerintahan Sri Kameswara, yang mengisahkan hilangnya suami istri, yaitu Dewa Kama dan Dewi Ratih, yang menitis pada Raja Kameswara dan isrinya yang bernama Sri Kirana,  putri Jenggala. Selanjutnya, Kameswara disebut Panji Asmarabangun atau Panji Inu Kertapati atau Panji Kudawanengpati. Sri Kirana disebut juga Chandra Kirana. Kitab Bharatayudha dikarang oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh, pada masa pemerintahan Jayabaya.. Isinya mengisahkan perang 18 hari antara Pandawa dan Kurawa di padang Kurusetra.

Pada zaman Majapahit telah ditulis sebuah kitab yang diberi nama Nagara Kertagama oleh Empu Prapanca, pada masa pemerintahan Hayam wuruk. Isinya antar lain mengisahkan tentang kota Majapahit, wilayah jajahannya, candi-candi, perjalanan Hayam wuruk ke seluruh Jawa Timur, agama di Majapahit, dan upacara sraddha untuk menghormati roh neneknda Gayatri. Kitab Sutasoma dikarang oleh Empu Tantular, yang menceritakan Sutasoma putra raja yang meninggalkan keduniawian, mendalami agama Buddha. Dalam kitab inilah terdapat kata Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa. Kitab Pararaton berupa dongeng dan mitos. Kitab ini tidak diketahui pengarangnya. Isinya raja-raja Singasari mulai dari Ken Arok dengan keajaiban-keajaibannya, Raden Wijaya, Jayanegara, pemberontakkan Ronggolawe dan Sora, Perang Bubat, dan yang terakhir riwayat Raja Hayam Wuruk.

Di bidang sastra telah berhasil mengubah kitab Mahabharata, Ramayana, dan Panchatantra menjadi antara lain Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Perang Pandawa Jaya. Khusus di pulau Jawa terdapat Bratayuda, Serat Rama, dan Arjuna Sasrabau.

Cerita Panji yang berasal dari Jawa tersebar ke sluruh Asia Tenggara. Dalam kesustraan zaman Madya di daerah Melayu dikenal syair Panji Sumirang, Hikayat Panji Kuda Sumirang, Hikayat Cekel Wanengpati, Hikayat Panji Wlakusuma, dan lain-lainnya.

Sastra –sastra di atas dapat memberikan inspirasi bangsa Indonesia sekarang untuk menjadi penulis, baik yang bersifat ilmiah maupun bersifat sastra seni.



Tentang juliardibachtiar

saya adalah seorang manusia biasa yang terbiasa mencari suatu ilmu yang luar biasa dengan cara yang tak biasa.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s