Pembangunan dan Kebudayaan

Kebudayaan nasional bersifat dinamis dalam arti selalu mengalami perubahan, atau perkembangan, baik disebabkan karena faktor intern maupun faktor ekstern. Menurut Prof. Dr. Mattulada, bangsa Indonesia (dalam arti nation Indonesia) kini memiliki kebudayaan nasional yang unsur-unsurnya berasal dari: kebudayaan bangsa atau kebudayaan daerah (sesuai dengan pemahaman pada tahun 1945), kebudayaan asing, dan kreasi atau hasil invention secara nasional.

Menurut  Prof. Dr. S. Budhisantoso, kebudayaan-kebudayaan Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori:  kebudayaan suku bangsa, kebudayaan daerah, dan kebudayaan nasional. Masing-masing kebudayaan itu mempunyai fungsi dan lingkungan penggunaannya yang efektif sebagai kerangka acuan yang memperlancar pergaulan sesama kelompok anggota sosial.

Apabila kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional diperbandingkan, kedudukan kebudayaan nasional lebih luas jangkauannya, karena ia menjadi kerangka acuan bagi seluruh penduduk tanpa membedakan asal-usul daerah maupun suku bangsa. Oleh karena itu, kalau kebudayaan daerah merupakan kebudayaan dominan di daerah maka kebudayaan nasional menjadi kebudayaan dominan di seluruh tanah air.

Pengembangan kebudayaan nasional sebagai kebudayaan dominan di seluruh negeri diharapkan dapat memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa. Namun, karena masyarakat dan kebudayaan yang ada di tanah air bersifat heterogen , pelaksanaannya tidak mudah dan kadangkala menimbulkan ggejolak sosial karena timbul kesan adanya dominasi salah satu kebudayaan daerah. Kesukaran lain juga disebabkan karena perkembangan kebudayaan nasional belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan akan kerangka acuan bagi segala sektor kehidupan sehingga sering orang cenderung mengacu kepada kebudayaan daerah atau suku bangsa masing-masing. Kebiasaan seperti ini dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan mengancam persatuan/kesatuan bangsa, apalagi kalau dilakukan oleh suku bangsa yang jumlah anggotanya besar atau kebetulan menguasai sumber kekuatan politik , ekonomi, dan sosial.

Pentingnya pengembangan kebudayaan nasional sebagai kebudayaan dominan dalam masyarakat majemuk sangat dirasakan terutama kalau orang mulai memperhatikan pembagian kekuasaan politik dan ekonomi. Seolah-olah hanya mereka yang benar-benar menghayati kebudayaan nasionallah yang mampu memanfaatkan peluang untuk ikut serta berperan dalam kehidupan politik nasional. Lebih berat lagi, seringkali orang menilai banyaknya sumbangan kebudayaan nasional berdasarkan banyaknya personel yang menduduki tempat-tempat di pusat kekuasaan politik, pemerintahan, dan ekonomi.

Tentang juliardibachtiar

saya adalah seorang manusia biasa yang terbiasa mencari suatu ilmu yang luar biasa dengan cara yang tak biasa.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s