Cara Mendapatkan Keikhlasan

Setiap mukmin sejati yang berharap untuk mendapatkan keridhaan Allah dan dianugerahi berkah abadi surga, harus memberikan perhatian yang cermat sekali terhadap ayat-ayat tersebut sepanjang hidupnya. Ia harus hidup sesuai dengan ajaran moral Al-Qur`an, untuk menggapai keikhlasan. Hingga titik tersebut, ia harus berpaling kepada Allah dengan hati yang murni dan ia harus berjuang hanya untuk mendapatkan keridhaan Allah. Ia harus sangat berhati-hati melawan segala jenis pengaruh negatif yang dapat merusak kemurniannya. Sebagaimana telah disebutkan dalam bab-bab sebelumnya, setan juga terus-menerus berusaha dan mencari berbagai cara untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus.

Setiap orang harus selalu waspada bahwa ia dapat merusak keikhlasannya dengan perbuatan-perbuatan yang dilakukan di luar kebiasaan atau bentuk-bentuk tingkah laku yang didapat dari komunitas di sekitarnya. Karena itulah, secara berkala, ia harus memeriksa niatnya dan membisikkan setiap kata, melakukan setiap tindakan murni hanya untuk Allah. Ia juga tidak boleh melupakan bahwa tingkatan moralitas ini tidak sulit untuk dijalankan, tetapi sebaliknya.

Kesucian, kejujuran, dan berpaling kepada Allah dalam sikap yang bersih dan murni, adalah sifat-sifat yang bisa didapat tanpa usaha yang besar. Tuhan kita yang telah memfasilitasi setiap langkah, bahkan telah membantu kita dengan para nabi-Nya dan mukmin yang saleh. Ia telah menunjukkan cara untuk mendapatkan keikhlasan di dalam ayat-ayat-Nya. Para cendekiawan muslim juga telah menunjukkan betapa besar dan pentingnya keikhlasan, dan mereka menjadikan karya mereka sebagai ajakan kepada para mukmin sejati untuk berpaling kepada Allah.

Karya-karya Badiuzzaman Said Nursi, seorang cendekiawan muslim ternama, memainkan peranan penting dalam membimbing orang-orang muslim yang ingin menggapai keikhlasan. Badiuzzaman menekankan perlunya penyucian diri secara khusus dan menyajikan saran-saran kritis kepada para mukmin sejati.

“Wahai saudara-saudaraku di hari akhir nanti! Wahai sahabatku dalam kepatuhan kepada Allah! Engkau mesti mengetahui—dan tahukah kalian—bahwa di dunia ini keikhlasan adalah prinsip yang paling penting dalam perbuatan-perbuatan yang berkaitan khususnya dengan hari akhir; ia merupakan kekuatan terbesar, perantara yang paling bisa diterima, dukungan yang paling kokoh, cara yang paling dekat menuju kesungguhan, dan yang paling diterima. Ia adalah alat yang paling menakjubkan untuk meraih tujuan, ia kualitas tertinggi dan ibadah yang paling murni.”[1]

Sebagaimana ditekankan oleh Badiuzzaman sendiri, keikhlasan adalah salah satu karakter terpenting yang harus dimiliki seseorang untuk mengabdi kepada Allah sesempurna mungkin. Seperti yang diperintahkan di dalam ayat, “Sesungguhnya, Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur`an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.’ Sesungguhnya, Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan padanya. Sesungguhnya, Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar,” (az-Zumar [39]: 2-3) bahwa agama yang benar dapat dihidupkan hanya dengan mengabdi kepada Allah dan tulus ikhlas mematuhi-Nya. Badiuzzaman Said Nursi menyatakan bahwa seseorang harus mencapai keikhlasan untuk mendapatkan kebaikan dengan kebutuhannya.


[1] Badiuzzaman Said Nursi, Kumpulan Risalah an-Nur, Kumpulan “Cahaya”, Cahaya Ke-21.

 

 

 

 

Sumber : Sincerity Described in The Qur`an karya Harun Yahya, yang diterbitkan oleh Abdul Naeem untuk Islamic Book Service.

Tentang juliardibachtiar

saya adalah seorang manusia biasa yang terbiasa mencari suatu ilmu yang luar biasa dengan cara yang tak biasa.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s